INTELIGENSI
IDENTITAS BUKU
Judul buku : Senam Otak
dan Pembelajaran
Pengarang : Dr.
Marganti Sit, M.Ag dan Usiono M.A
Penerbit : PE.4 TEKA
Tebal Buku : 52 halaman
RINGKASAN
BUKU
Otak
manusia terbagi menjadi dua yaitu otak kiri dan otak kanan. Otak kiri meliputi
logika, analisa, urutan, hitungan, short term memory , daya serap 20%,
pusat IQ, dan kendali tubuh kanan. Sedangkan otak kanan meliputi : kreativitas,
konseptual, musik, image dimensi, emosi, bentuk, long term memory daya
serap 80%, pusat EQ, SQ dan kendali tubuh kiri. Fungsi otak kanan dan otak kiri
pada manusia sebenarnya menyatu dalam satu kesatuan fungsi. Tetapi beberapa
penelitian menunjukkan bahwa, jika otak kiri aktif, maka otak kanan lebih
tenang, demikian pula sebaliknya.
Kerja
otak kanan dan otak kiri sebenarnya saling mendukung, sebagaimana pentingnya
fungsi memory jangka pendek dan memory jangka panjang. Sehingga tidak bisa
dikatakan, otak kanan lebih bagus dari otak kiri, ataupun sebaliknya. Walaupun,
pada sebagian orang, terkadang lebih deminan menggunakan area otak tertentu.
Penggunaan dominasi area otak tertentu bagi individu, yang kemungkinan
membedakan minat dan bakatnya.
Senam otak adalah latihan yang terangkai atas gerakan – gerakan
tubuh yang dinamis dan menyilang. Senam otak mendorong keseimbangan aktivitas
kedua belahan otak secara bersamaan. setelah melakukan senam otak, diharapkan
potensi kedua belahan otak akan seimbang sehingga kecerdasan anaka pun menjadi
maksimal. Brain Gym atau senam otak adalah gerakan sederhana dengan menggunakan
keseluruhan otak karena merupakan penyesuaian dengan tuntutan sehari-hari
sehingga belajar jadi riang dan senang. Latar belakang Brain Gym dikembangkan
berdasarkan Touch for Health Kinesiology ( Sentuh agar sehat, dari ilmu tentang
gerakan tubuh ). Ini adalah perpaduan ilmu pengetahuan barat yaitu tes otot dan
sikap tubuh dengan ilmu pengetahuan dari timur sehingga terdapat suatu metode
pencegahan dan penyembuhan penyakit yang sangat sederhana, efektif, alami dan
murah.
Brain Gym merupakan inti dari Educational Kinesiology (Edu K) yang
berarti ”educare”menarik keluar dan ”kinesis” ilmu tentang gerakan tubuh. Maka
dengan Brain Gym kita menarik keluar potensi yang terpendam melalui gerakan
tubuh.Pelopor Brain Gym adalah Paul E. Dennison,Ph.D, seorang pengembang Edu K,
memimpin Valley Remedial Group Learning mengembangkan teknik Brain Gym untuk
mengajari anak terbelakang, bersama dengan istrinya Gail Dennison, seorang pendidik
holistic health dan mantan penari.
Adapun senam otak terbagi menjadi tiga bagian, yaitu : dimensi
lateralitas, dimensi pemusatan, dan dimensi fokus. Dimensi lateralitas
merupakan integrasi kiri – kanan komunikasi (mendengar, membaca, berbicara dan
menulis). Dimensi pemusatan merupakan integrasi atas bawah pengaturan
(merasakan dan ekspresi), dan dimensi fokus merupakan integrasi depan belakang
pemahaman (konsentrasi, memahami sesuatu, berpikir rasional, dan mengungkapkan
diri).
Senam otak
sangat baik dilakukan pada awal pembelajaran, dimana manfaatnya untuk membuka
titik – titik positif belajar. Setelah belajar senam otak juga bisa dilakukan
kembali untuk bisa membuat santai/rileks akibat proses pembelajaran yang
melelahkan/ membutuhkan konsentrasi tinggi yang mana fungsi senam otak dalam
hal ini adalah untuk meredakan dan mengurangi stres.
Sebelum siswa mulai belajar apapun,
sebaiknya ia harus menjalani PACE (positif, aktif, clear, dan energitas)
merupakan empat keadaan yang diperlukan untuk dapat belajar dengan menggunakan
seluruh otak. Adapun macam – macam senam otak diantaranya yaitu : a) eart
buttons (tombol bumi), b) space buttons (tombol angkasa), c) Balance
Buttons (Tombol Imbang), d) Cross Crawl (Gerak Silang), e) Positive Points
(Titik Positif), f) Neck Roll (Putaran Leher), g) The Rocker (Olengan Pinggul),
h) Thinking of X (Membayangkan Huruf X), i) Double Doodle (Coretan Ganda), j) Arm
Activation (Mengaktifkan Tangan), k) Alphabet
8 (Abjad 8), l) Gerakan 8 tidur, m) Pasang Telinga, n) Luncuran Gravitasi, o) Putaran
Kepala, p) Menguap Berenergi, q) Menuang Air, r) Burung Hantu, s) Pijatan Saklar Otak, t) Pompa
Betis, u) Galah Asin dan dampu.
Kaitan Senam Otak dengan Guru Matematika
Keberhasilan guru dalam mengajar dapat dilihat dari siswa yang
diajarnya. Guru profesional adalah guru yang bisa memahami kemampuan peserta
didiknya dalam belajar. Guru matematika tentunya dikatakan profesional apabila
ia dapat mengajarkan matematika, selain itu ia dapat memahami kemampuan masing
– masing peserta didiknya. adakalanya peserta didik jenuh belajar matematika,
disini guru matematika memainkan perannya sebagai guru yang bisa mengembalikan
semangat para peserta didiknya untuk belajar yaitu dengan melakukan senam otak
dengan gerakan space buttons (Tombol Angkasa) yaitu dengan meletakkan
dua jari tangan (telunjuk dan jari tengah) pada bibir di garis tengah depan.
Tangan yang satu memegang garis tengah belakang pada tulang ekor atau lebih ke
atas. Tarik nafas. Tombol angkasa ini perlu disentuh setidaknya 30 detik. lakukan
gerakan ini selama 1 menit dengan tangan bergantian utnuk mengaktifkan kedua
sisi otak.
Manfaat: relaksasi sistem saraf pusat, kontak mata lebih mantap,
penglihatan dekat ke jauh, kemampuan memusatkan perhatian pada suatu tugas,
minat dan motivasi meningkat. Namun alangkah lebih baiknya, sebelum
pembelajaran dimulai terlebih dahulu melakukan senam otak dan diakhiri juga
dengan senam otak. Karena senam otak ini sangat banyak manfaatnya, diantaranya
mengordinasikan pendengaran, penglihatan dan gerakan tubuh, meningkatkan
konsentrasi, mengurangi stress atau gugup saat belajar, mengenali dan
membedakan simbol, dan sebagainya. Dengan dilakukannya senam otak ini maka guru
akan lebih mudah dalam mengajar peserta didiknya dan besar kemungkinan materi
yang disampaikan dapat dengan mudah diterima oleh peserta didiknya.
Komentar
Posting Komentar